Halo, buat kamu calon mahasiswa
baru yang lagi bingung memikirkan mau kuliah dimana dan di jurusan apa. Ini dia
tips buat kamu supaya bisa menjadi pertimbangan dan tidak nyesel di
tengah-tengah perjalanan kuliah. Yuk langsung cek...
Jumat, 03 April 2020
Senin, 30 Maret 2020
PROPOSAL SPONSORSHIP KKN 17 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Proposal Sponsorship KKN 17 Universitas Muhammadiyah Malang dapat di download di bawah ini.
Download File
Download File
Sistem Hidroponik dab Irigasi Tetes dalam budidaya Selada, Tomat, dan Melon
BUDIDAYA
TANAMAN SELADA MERAH DALAM SISTEM HIDROPONIK DAN BUDIDAYA TANAMAN MELON SERTA
TOMAT CHERRY PADA IRIGASI TETES
Oleh :
Lia Damayant
201610200311152
Jurusan
Agroteknologi, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang
Abstrak :
Irigasi
tetes dan hidroponik merupakan dua diantara banyaknya jenis sistem tanam yang
ada. Praktikum ini bertujujuan untuk mengetahui dan mengaplikasikam secara
langsung budidaya tanaman selada merah dalam sistem hidroponik serta budidaya
tanaman chery dan melon dalam sistem irigasi tetes. Praktikum dilaksanakan di
Tamesia UMM pada 19 Oktober 2018 – 09 Desember 2018.
Hasil dari budidaya tersebut terkendala oleh beberapa masalah diantaranya pada
sistem hidroponiknya selada merah yang ditanam tidak tumbuh dengan optimal
sedangkan melon dan tomat chery memiliki kendala seperti klorosis dan
defisiensi unsur hara.
Kata
Kunci : Selada Merah, Hidroponik, irigasi tetes
Selasa, 27 November 2018
PEMANTAUAN EKOSISTEM DAN PERKEMBANGAN POPULASI HAMA SERTA TINGKAT KERUSAKAN OLEH PENYAKIT TANAMAN PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays)
PEMANTAUAN EKOSISTEM DAN PERKEMBANGAN POPULASI HAMA SERTA TINGKAT KERUSAKAN OLEH PENYAKIT TANAMAN PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays)
Ecosystem
Monitoring and The Development of Human Population and Damage Level by Plant
Disease on Maize (Zea mays)
Lia Damaayanti1
Teuku Ramzy Zikriansyah2
2016102003111521
2016102003111462
liadamayanti7@gmail.com
Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian – Peternakan, Universitas
Muhammadiyah Malang
(University of Muhammadiyah Malang). Jl. Raya Tlogomas No.
246, Malang, Jawa Timur, Indonesia
ABSTRAK
Pemantauan ekosistem dan
perkembangan populasi hama adalah dinamika populasi atau program pemantauan
ekosistem yang erat kaitannya dengan pengambilan sampel dan sangat dipengaruhi
oleh penyebaran organisme sedangkan tingkat kerusakan oleh penyakit tanaman
adalah kondisi lapang yang sering didapat pada suatu kenyataan bahwa kerugian
akibat serangan pathogen berakibat terhadap penurunan produksi baik kualitas
maupun kuantitas. Pemantauan dilaksanakan pada tanggal 7 April - 28 April 2018 di Lahan Pendem, Desa Pendem
Kabupaten Batu. Tujuan dari pemantauan
ini adalah untuk mengettahui status serangga yang hidup disuatu tempat/areal
budidaya serta untuk mengetahui sebaran dan perkembangan populasinya sehingga
dapat menentukan jarring-jaring kehidupan. Tujuan yang kedua adalah untuk
mengetahui besaran tingkat kerusakan yang disebabkan oleh pathogen tanaman. Dalam
pemantauan di lapang didapatkan hasil hama tertinggi yang menghinggapi jagung
adalah hama semut dan trip yang dapat mengakibatkan proses pembungaan atau
proses penyerbukan terganggu serta dapat mengakibatkan merusak pertumbuhan daun karena hama trip, sedangkan
pathogen yang menyerang dengan gejala daun berkarat adalah jamur Puccinia
polysora.
Kata Kunci : Ekosistem, Hama, Penyakit
ABSTRACT
Ecosystem
monitoring and pest population development are population dynamics or ecosystem
monitoring programs that are closely related to sampling and are strongly
influenced by the spread of organisms while the extent of damage by plant
diseases is a frequent field condition in the fact that the harm caused by a
pathogen attack results in a decrease in production either quality and
quantity. Monitoring was conducted on April 7 - April 28, 2018 at Pendem Land,
Pendem Village, Batu Regency. The purpose of this monitoring is to determine
the status of the living insects in a place / cultivation area and to know the
distribution and development of the population so that it can determine the
jarring-nets of life. The second goal is to know the amount of damage caused by
plant pathogens. In the field observation showed that the highest pest result
of corn is ant and trip pest that can cause flowering process or pollination
process is disturbed and can cause damage to leaf growth due to pest trip,
while the pathogen that attack with rusty leaves symptom is Puccinia polysora
mushroom.
Keywords: Ecosystem, Pest,
Disease
Selengkapnya klik disini
Sabtu, 12 Mei 2018
Hijrah, Keharusan Bukan Pilihan
Oleh : Lia Damayanti
Manusia adalah makhluk yang mendapat amanah dari Allah
Subhanahu wa ta’ala sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki kewajiban untuk beribadah kepada-Nya.
Selain itu, sebagai khalifah manusia juga mempunyai kewajiban untuk mencegah
kemungkaran yang ada di muka bumi. Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah
Subhanahu wa ta’ala, maka sudah seharusnya manusia beribadah kepada Allah serta
menjauhi larangan dan mematuhi perinta-Nya.
Sabtu, 20 Mei 2017
IDENTIFIKASI MORFOLOGI BUNGA
IDENTIFIKASI MORFOLOGI BUNGA
(FLOS) PADA BERBAGAI JENIS TANAMAN
Oleh :
LIA
DAMAYANTI
201610200311152
liadamayanti7@gmail.com
Jurusan
Agroteknologi, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang
(University of Muhammadiyah Malang), Jl Raya Tlogomas No. 246, Malang, Jawa
Timur, Indonesia
ABSTRAK
Bunga
adalah untuk fasilitas untuk mereproduksi. Setiap bagian memainkan peran dalam
langkah-langkah reproduksi. Beberapa bagian yang steril tapi masih membantu
dalam proses reproduksi. Ada gamet jantan dan gamet betina, dan mereka yang
terlibat langsung dengan menciptakan generasi berikutnya dari tanaman tersebut.
Menurut Darjanto (1982) Bunga memiliki semua bagian yang dibutuhkan untuk
mereproduksi dalam bunga tunggal. Bunga menyebarkan serbuk sari dari satu
tanaman ke tanaman tetapi hanya dapat mereproduksi dengan spesies yang sama
dari tanaman. Bunga dibentuk untuk memulai proses reproduksi. Bagian betina
akan membuat bakal biji atau telur yang tidak dibuahi. Telur atau orak akan
tetap berada di ovarium dan menunggu untuk dibuahi. Bagian jantan, khususnya
anter, akan menghasilkan serbuk sari, yang berisi sperma yang dibutuhkan untuk
membuahi sel telur. Sementara itu, bagian steril bunga juga mulai melakukan
pekerjaan mereka. Menurut Dewirosanti (2014) mahkota bunga dan aroma tanaman
menarik makhluk kecil seperti serangga, burung kecil, dan kelelawar. Meskipun
bunga menarik banyak hewan-hewan kecil, mari kita tetap menggunakan lebah
sebagai contoh untuk pelajaran ini
Serbuk sari akan turun ke stigma lengket dari karpel (bagian perempuan).
Serbuk sari kemudian akan melakukan perjalanan ke tabung dan sperma akan
membuat jalan ke ovarium untuk dibuahi ovula yang menunggu, telur masuk, bunga
memiliki organ rubahannya berbagai jenis organ rubahannya dapat diliat dari
hasil praktikum bunga dan organ rubahannya, berdasarkan jumlah bunganya,
tumbuhan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu berbunga tunggal dan berbunga banyak.
Kata kunci :bunga dan
organ rubahannya, varietas bunga, bagian bunga.
Morfologi Biji
Morfologi
Biji Pada Biji Manga (Mangifera
Indica L.), Biji Kacang Kedelai (Glycine Max), Biji Jagung (Zea
Mays), Dan Biji Kacang Tanah (Arachis Hypogeae).
Lia Damayanti
201610200311152
Progam Studi Agroteknologi Fakultas
Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang 2016
Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang,
Jawa Timur, Indonesia
ABSTRAK
Spermatophyta
dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan letak bakal biji nya yaitu tumbuhan
berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Gymnospermae disebut juga tumbuhan berbiji terbuka, karena memiliki ciri utama
berupa bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporofil (daun buah) atau biji
tidak berada di dalam buah. Tumbuhan ini berupa semak, perdu, atau pohon. Gymnospermae
tidak memiliki bunga yang sesungguhnya. Angiospermae biasanya berupa semak,
perdu, pohon, atau merambat di tanah. Tumbuhan ini berkembang biak secara
generatif dengan biji dan secara vegetatif baik alami maupun buatan. Secara
buatan misalnya dengan cara mencangkok, mengokulasi, menyetek, menyambung, atau
merunduk. Angiospermae dibedakan menjadi dua kelas yaitu tumbuhan dikotil dan
tumbuhan monokotil. Pada Arachis hypogeae L. mempunyai bentuk biji bulat
lonjong atau oval,dan memiliki ukuran diameter 0,5 cm serta panjang biji 1 cm.
Biji jagung (Zea mays) mempunyai tekstur permukaan yang licin dan berwarna
kuning. Biji jagung memiliki bagian-bagian seperti pelindung biji (testa),
embrio, dan kotiledon. Biji kedelai memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang beragam,
bergantung pada varietasnya. Bentuknya ada yang bulat lonjong, bulat, dan bulat
agak pipih. Bagian biji manga yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Embrio
yang berkembang sempurna akan memiliki bagian-bagian seperti epykotil (calon
pucuk), hypokotil (calon akar) dan plumula (calon daun). Kunci: Jagung, testa, plumula
Kata kunci :
Gymnospermae, Angiospermae,
Langganan:
Postingan (Atom)
Saat perih itu datang T_T
Hanya gelap yang terasa, bimbang, takut dan cemas. Semua rasa perih itu hadir, air di pelupuk mata tak ada yang bisa membendung. Ia keluar...
-
AKAR DAN RUBAHAN PADA TANAMAN PADI ( Oryza sativa ), TANAMAN KACANG TANAH ( Arachys hypogeae ), TANAMAN WORTEL ( Daucus carota ), TANAMAN ...
-
BERAT JENIS DAN BERAT VOLUME PADA TANAH HEAVY TYPE AND HEAVY VOLUME ON LAND LIA DAMAYANTI 201610200311152 liadamayanti7@gmail.com ...
-
IDENTIFIKASI MORFOLOGI BUNGA (FLOS) PADA BERBAGAI JENIS TANAMAN Oleh : LIA DAMAYANTI 201610200311152 liadamayanti7@gmail.com Ju...
